12 Prinsip Animasi
12 prinsip animasi, yang dikembangkan oleh animator Disney Frank Thomas dan Ollie Johnston, adalah panduan dasar untuk menciptakan gerakan yang realistis, menarik, dan berkarakter. Prinsip ini mencakup teknik fisik seperti squash & stretch, timing, dan arc, hingga aspek estetika seperti staging dan appeal untuk menghidupkan gambar.
Berikut adalah 12 prinsip animasi tersebut:
Berikut adalah 12 prinsip animasi tersebut:
- Squash and Stretch (Memuai & Menyusut): Memberikan efek lentur pada objek untuk menunjukkan berat, volume, dan kelenturan.
- Anticipation (Gerakan Awal): Persiapan atau ancang-ancang sebelum gerakan utama dilakukan (contoh: jongkok sebelum melompat).
- Staging (Pementasan): Mengatur posisi karakter dan kamera agar aksi utama jelas, fokus, dan mudah dimengerti.
- Straight Ahead Action & Pose to Pose (Teknik Menggambar): Straight ahead menggambar frame per frame, sementara pose to pose menggambar pose kunci dulu.
- Follow Through & Overlapping Action (Gerakan Ikutan): Bagian tubuh tertentu tetap bergerak meskipun karakter telah berhenti, dan gerakan yang saling mendahului.
- Slow In & Slow Out (Akselerasi & Deselerasi): Mengatur percepatan dan perlambatan gerakan agar terlihat lebih halus dan natural.
- Arcs (Lintasan Melengkung): Sebagian besar makhluk hidup bergerak dalam jalur melengkung, bukan lurus, terutama untuk gerakan alami.
- Secondary ActionAction (Gerakan Pendukung): Gerakan tambahan yang memperkuat gerakan utama, menambah nuansa tanpa mengalihkan perhatian.
- Timing & Spacing (Durasi & Jarak): Menentukan kecepatan gerakan dengan mengatur jumlah frame (timing) dan jarak antar gambar (spacing).
- Exaggeration (Pendramatisiran): Melebih-lebihkan gerakan atau ekspresi untuk dampak komedi atau dramatis yang lebih kuat.
- Solid Drawing (Gambar Solid): Pemahaman dasar tentang volume, anatomi, ruang, dan pencahayaan dalam menggambar.
- Appeal (Daya Tarik): Karisma atau gaya visual karakter yang unik dan menarik, mempermudah audiens mengenali karakter.


